
Versi singkat:
Sel kanker hanyalah makhluk yang ‘kembali ke fitrah’-nya sebagai sebuah sel, yaitu terus hidup & membelah diri. Tapi, sel kanker itu juga bodoh. Dia tidak peduli bahwa aksi ‘memerdekaan diri’ atau ‘kembali ke fitrah’-nya itu justru akan membuat dia punah di masa depan (bersama dengan meninggalnya orang tempat dia bernaung). Seperti sel kanker, ada manusia yang hanya fokus pada kesenangan pribadi. Mereka tidak peduli: semakin banyak orang lain yang meniru perilaku egois mereka (seperti menyebarnya sel kanker), semakin menurun kualitas hidup SEMUA orang (seperti SEMUA sel di tubuh pasien kanker stadium akhir).
Selaras dengan itu, berdasarkan pola-pola zat-zat yang ada di alam semesta (mulai dari quark, atom, molekul, sel, dst.), tujuan hidup kita adalah bersama-sama memaksimalkan kenikmatan. Bukan sekedar kenikmatan diri sendiri, tapi juga kenikmatan pihak-pihak lain, termasuk kenikmatan orang-orang yang saat ini belum terlahir.
Yuk, jadi seperti sel tubuh yang sehat; dengan menyadari bahwa masing-masing kita bukanlah sebuah sel yang bebas yang membelah diri tanpa henti seperti bakteri. Yuk, enak bareng.
Versi lengkap: baca di sini (jangan diklik kalau kamu tidak tahan baca lama-lama).